Kendari – Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) menggelar serangkaian acara akademik bergengsi pada Senin, 7 April 2026, yang mencakup seminar nasional, webinar interaktif, dan kuliah umum tematik. Rangkaian kegiatan tersebut mengusung topik utama “Konservasi Hutan Tropis dan Mitigasi Perubahan Iklim di Era Industri 5.0”, dengan melibatkan berbagai stakeholder terkemuka di bidang kehutanan, lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan.
Acara yang diselenggarakan di Gedung Aula Utama Kampus Unmuh Kendari di Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari, ini merupakan inisiatif strategis Fakultas Kehutanan untuk meningkatkan kesadaran akademik mahasiswa dan masyarakat luas terhadap urgensi pelestarian ekosistem hutan. Dengan menghadirkan pembicara nasional dan internasional, penyelenggara berkomitmen untuk memberikan wawasan komprehensif tentang tantangan dan solusi konservasi hutan di wilayah tropis, khususnya di Indonesia.
Latar Belakang Penyelenggaraan Acara
Fakultas Kehutanan Unmuh Kendari telah menetapkan visi jangka panjang sebagai pusat pendidikan kehutanan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkompeten, tetapi juga berperan aktif dalam advokasi lingkungan dan penelitian terapan. Dalam konteks ini, seminar dan webinar yang diselenggarakan pada 7 April 2026 menjadi momentum penting untuk mendiskusikan isu-isu krusial seputar deforestasi, fragmentasi habitat, dan adaptasi komunitas lokal terhadap dampak perubahan iklim.
Dr. Bambang Sutrisno, Dekan Fakultas Kehutanan Unmuh Kendari, menjelaskan bahwa penyelenggaraan acara akademik skala nasional ini lahir dari kebutuhan mendesak untuk merespons dinamika krisis lingkungan global. “Hutan tropis di Indonesia, terutama di Sulawesi Tenggara, menghadapi tekanan serius dari ekspansi pertanian, pertambangan, dan urbanisasi yang tidak terencana. Kami merasa berkewajiban untuk menjadi katalis perubahan melalui pendidikan dan dialog ilmiah yang konstruktif,” ujar Dr. Bambang dalam konferensi pers awal April 2026.
Hutan-hutan di Sulawesi Tenggara, tempat Kendari berada, merupakan bagian integral dari Wallacea, hotspot keanekaragaman hayati dunia dengan tingkat endemisitas tertinggi di Indonesia. Namun, dalam dua dekade terakhir, luas tutupan hutan di kawasan ini telah mengalami penurunan signifikan, mencapai angka 40 persen berdasarkan data dari beberapa lembaga penelitian lingkungan independen.
Rangkaian Acara dan Pembicara Utama
Seminar nasional yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WITA menghadirkan lima pembicara utama dari berbagai institusi terkemuka. Pembicara pertama adalah Prof. Dr. Siti Nurhayati Harahap dari Institut Pertanian Bogor (IPB), seorang pakar kehutanan berkelanjutan dengan puluhan publikasi internasional. Topik presentasinya adalah “Strategi Pengelolaan Hutan Produksi Berkelanjutan dalam Konteks Carbon Sequestration dan Ekonomi Sirkular”.
Pembicara kedua, Ir. Hendra Gunawan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), akan menyajikan “Kebijakan Pemerintah Terkini dalam Konservasi Hutan dan Target Net-Zero Emission 2060”. Kehadiran Gunawan dianggap signifikan mengingat posisinya sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Hutan di KLHK, yang memungkinkan dia berbagi perspektif kebijakan tingkat nasional.
Pembicara ketiga, Dr. Yusuf Cahyadi dari Universitas Tadulako Palu, akan mengulas “Ekologi Hutan Sulawesi: Karakteristik Unik dan Tantangan Konservasi di Era Antroposen”. Kehadiran Cahyadi dipilih khusus karena kedalaman pengetahuannya tentang ekosistem lokal Sulawesi Tenggara dan pengalaman bertahun-tahun melakukan riset lapangan di wilayah sekitar Kendari.
Pembicara keempat adalah Bapak Suryanto, seorang aktivis lingkungan dari Yayasan Konservasi Alam Sulawesi (YKAS), yang akan berbicara tentang “Peran Masyarakat Lokal dan Kelompok Adat dalam Penjagaan Hutan: Studi Kasus Komunitas di Kendari dan Sekitarnya”. Suryanto membawa perspektif grassroots yang penting untuk menghadirkan suara komunitas yang sering terpinggirkan dalam diskusi kebijakan.
Pembicara kelima, Dr. Apriansyah Mirdaus dari Universitas Muhammadiyah Kendari sendiri, akan mempresentasikan hasil penelitian laboratorium tentang “Teknologi Bioproses untuk Konservasi dan Rehabilitasi Ekosistem Hutan Degradasi”.
Setelah sesi seminar pagi, acara dilanjutkan dengan webinar interaktif pada pukul 13.00 hingga 16.00 WITA dengan tema “Peluang Karir dan Inovasi dalam Sektor Kehutanan Berkelanjutan”. Webinar ini menghadirkan panelis dari perusahaan kehutanan berkelanjutan, lembaga penelitian, dan organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang konservasi. Mahasiswa dapat berpartisipasi secara langsung melalui platform Zoom yang disediakan, dengan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi secara real-time.
Sementara itu, kuliah umum penutup dijadwalkan pada pukul 16.30 hingga 18.00 WITA dengan pembicara tamu istimewa, yaitu Drs. Muhammad Rizki Pratama, M.Sc., seorang konsultan lingkungan internasional yang telah bekerja dengan berbagai organisasi global seperti The Nature Conservancy dan World Wildlife Fund. Topik kuliah umumnya adalah “Visi Global dan Aksi Lokal: Bagaimana Generasi Muda Indonesia Berkontribusi dalam Pembangunan Berkelanjutan”.
Keterlibatan Mahasiswa dan Akademik
Dr. Bambang Sutrisno menekankan bahwa acara ini dirancang untuk memberikan pembelajaran langsung kepada mahasiswa Program Studi Kehutanan dan Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Alam Fakultas Kehutanan. “Mahasiswa kami tidak hanya mendengarkan teori di kelas, tetapi mendapat kesempatan langka untuk berinteraksi dengan praktisi dan pengambil kebijakan. Ini adalah investasi kami dalam membangun generasi ilmuwan dan leader lingkungan yang responsif terhadap realitas lapangan,” jelas Dr. Bambang.
Panitia penyelenggara telah mempersiapkan sistem pendaftaran online yang memudahkan mahasiswa dari berbagai universitas di Sulawesi Tenggara untuk mengikuti acara. Hingga tanggal 5 April 2026, sudah terdapat lebih dari 350 peserta terdaftar, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar 250 peserta. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme akademik terhadap topik konservasi hutan.
Harapan dan Dampak Jangka Panjang
Dr. Siti Nurhayati Harahap, sebagai salah satu pembicara utama, mengungkapkan harapannya terhadap acara ini. Dalam komunikasi awal dengan panitia penyelenggara, beliau menyatakan: “Saya sangat berharap acara di Kendari ini dapat menjadi katalis untuk membangun network peneliti dan praktisi yang peduli pada konservasi hutan tropis. Indonesia memiliki harta karun keanekaragaman hayati yang tidak ternilai harganya, dan hanya melalui kolaborasi intensif antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat kita dapat mencegah lebih banyak kerusakan ekosistem.”
Dampak yang diharapkan dari rangkaian acara ini sangatlah luas. Pertama, dari perspektif akademik, seminar dan webinar ini akan menghasilkan proceedings berkualitas yang akan dipublikasikan melalui saluran akademik resmi Universitas Muhammadiyah Kendari, sehingga dapat diakses oleh komunitas ilmiah yang lebih luas. Kedua, dari perspektif advokasi, acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya konservasi hutan dan mendorong adopsi praktik-praktik berkelanjutan di tingkat lokal.
Ketiga, dari perspektif pengembangan kurikulum, hasil-hasil diskusi dalam seminar akan dijadikan input untuk penyempurnaan program pembelajaran di Fakultas Kehutanan, memastikan konten pembelajaran tetap relevan dengan dinamika industri dan isu-isu lingkungan kontemporer. Keempat, rangkaian acara ini juga diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi penelitian jangka panjang antara Unmuh Kendari dengan institusi partner nasional dan internasional.
Ir. Hendra Gunawan dari KLHK juga menyampaikan perspektif pemerintah terkait manfaat acara akademik semacam ini. Dalam komunikasi dengan panitia, beliau menekankan: “Program pendidikan dan penelitian yang berbasis pada kebutuhan empiris di lapangan adalah kunci untuk menciptakan solusi kebijakan yang efektif dan berkelanjutan. Kemitraan antara akademis seperti Universitas Muhammadiyah Kendari dengan kementerian seperti KLHK memperkuat ekosistem inovasi dalam sektor kehutanan dan lingkungan hidup.”
Dukungan Institusional dan Logistik
Universitas Muhammadiyah Kendari telah mengalokasikan sumber daya institusional yang signifikan untuk memastikan kelancaran acara. Gedung Aula Utama telah dipersiapkan dengan fasilitas audio-visual terkini, termasuk sistem streaming online yang berkualitas tinggi untuk memungkinkan partisipasi webinar dari berbagai lokasi. Selain itu, panitia juga menyediakan layanan interpretasi secara real-time untuk memfasilitasi partisipasi dari penutur bahasa Inggris.
Dari sisi logistik, penyelenggara menyediakan snack, makan siang, dan layanan transportasi untuk pembicara utama. Mahasiswa yang hadir juga akan menerima sertifikat kehadiran yang diakui oleh universitas sebagai bagian dari kegiatan pengembangan akademik mereka.
Penutup
Rangkaian seminar nasional, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 merepresentasikan komitmen institusi terhadap pendidikan berkualitas dan advokasi lingkungan yang berkelanjutan. Dengan menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka dari berbagai latar belakang – akademisi, pemerintah, dan praktisi lapangan – acara ini menciptakan platform berharga untuk dialog ilmiah dan pertukaran pengetahuan tentang masa depan konservasi hutan tropis di Indonesia.
Dalam era perubahan iklim global dan degradasi ekosistem yang semakin parah, inisiatif seperti ini tidak sekadar akademis, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sosial institusi pendidikan tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang. Semoga acara di Kendari ini menjadi permulaan dari gerakan kolaboratif yang lebih luas untuk menjaga hutan-hutan tropis Indonesia agar tetap lestari dan produktif bagi semua kehidupan yang bergantung padanya.