KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Kehutanan, menggelar festival olahraga dan seni budaya mahasiswa yang meriah pada akhir pekan kemarin. Acara yang berlangsung selama dua hari penuh ini menampilkan berbagai cabang olahraga, pertunjukan seni tradisional, dan kompetisi budaya yang menghadirkan semangat kebersamaan dan dedikasi dari seluruh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan untuk mengembangkan karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga sehat secara jasmani dan rohani.
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Kehutanan Unismuh Kendari tahun ini mengambil tema “Generasi Muda Hijau: Sehat, Berbudaya, dan Berkarakter.” Tema tersebut dipilih untuk mencerminkan komitmen fakultas dalam mencetak generasi mahasiswa yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, sekaligus mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas di luar akademik. Sebanyak lebih dari 800 mahasiswa dari berbagai angkatan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik sebagai peserta maupun sebagai panitia penyelenggara.
“Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada teori dan praktikum di laboratorium atau lapangan penelitian. Mahasiswa juga membutuhkan wadah untuk mengekspresikan diri, membangun kerjasama tim, dan memperkuat identitas budaya lokal,” ujar Dr. Ir. Sugeng Widodo, M.Si., Dekan Fakultas Kehutanan Unismuh Kendari, dalam sambutan pembukaan acara pada Jumat (28 Maret 2026) pukul 09.00 WITA.
Dekan Widodo menambahkan bahwa aktivitas olahraga dan seni budaya merupakan bagian integral dari visi misi universitas untuk menciptakan lulusan yang berkualitas tinggi dan berkarakter mulia. “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menghasilkan para profesional kehutanan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi. Festival ini adalah salah satu sarana untuk mewujudkan komitmen tersebut,” jelasnya dengan penuh keyakinan.
Ragam Cabang Olahraga yang Menampilkan Kompetisi Sengit
Rangkaian olahraga yang diselenggarakan mencakup berbagai cabang mulai dari olahraga tradisional hingga modern. Pertandingan sepak bola antarangkatan menjadi sorotan utama, dengan tim-tim dari angkatan 2023, 2024, 2025, dan 2026 saling berlaga dengan semangat yang tinggi. Stadion mini Universitas Muhammadiyah Kendari yang berlokasi di samping Gedung Rektorat menjadi saksi pertandingan yang penuh aksi dan momen dramatis.
Selain sepak bola, cabang olahraga lainnya juga menarik perhatian. Turnamen bola voli putri dan putra berlangsung dengan penuh kompetitif, menampilkan passing dan smashing yang spektakuler. Tim dari Program Studi Teknologi Hasil Hutan berhasil meraih juara pertama dalam kategori bola voli putri, sementara tim dari Program Studi Konservasi Sumber Daya Alam memenangkan kategori bola voli putra.
Lomba lari marathon 5 kilometer juga menjadi ajang yang dinanti-nantikan. Peserta berlari memutari kampus Universitas Muhammadiyah Kendari dan sekitarnya, menikmati pemandangan kota Kendari sambil menjaga kesehatan tubuh mereka. “Saya sangat senang mengikuti marathon ini. Selain bisa berolahraga, saya juga bisa menikmati keindahan kampus dan sekelilingnya. Apalagi banyak teman-teman yang mendukung dari pinggir jalan dengan berteriak semangat,” ujar Siti Nurhaliza, mahasiswa angkatan 2024 dari Program Studi Kehutanan, setelah menyelesaikan lari marathon.
Cabang olahraga lainnya meliputi badminton, tenis meja, catur, dan futsal. Setiap cabang diikuti oleh puluhan hingga ratusan peserta, menciptakan antusiasme yang luar biasa di antara mahasiswa. Panitia penyelenggara juga menyediakan hadiah menarik untuk para pemenang, mulai dari uang tunai, trofi, dan merchandise eksklusif Fakultas Kehutanan.
Pertunjukan Seni Budaya yang Memukau
Tidak hanya olahraga, festival ini juga menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya yang memukau. Panggung utama yang didirikan di halaman depan Gedung Rektorat menjadi pusat perhatian dengan berbagai penampilan artistik dari mahasiswa.
Pertunjukan tari tradisional Sulawesi Tenggara menjadi pembuka yang spektakuler. Kelompok seni “Cahaya Budaya” dari Himpunan Mahasiswa Kehutanan menampilkan tari Poco-Poco yang energik dan penuh warna, menggugah semangat penonton yang memenuhi lapangan. Tarian yang menggabungkan gerakan tradisional dengan iringan musik modern ini berhasil mencuri perhatian dan mendapatkan tepuk tangan meriah.
Selanjutnya, penampilan band mahasiswa “Green Echo” mengisi panggung dengan lagu-lagu original yang mengangkat tema lingkungan dan kehidupan kampus. Vokal utama, Rifki Rahman, mahasiswa angkatan 2023, berhasil menghibur ribuan penonton dengan bawaan yang percaya diri dan emosi yang mendalam. “Lagu-lagu kami terinspirasi dari pengalaman kami sebagai mahasiswa kehutanan yang peduli pada kelestarian lingkungan. Kami ingin menyampaikan pesan melalui musik bahwa generasi muda harus ambil bagian dalam menjaga planet ini,” ujar Rifki setelah pertunjukan.
Penampilan teater juga menjadi bagian menarik dari festival ini. Kelompok teater “Hutan Bercerita” menampilkan drama singkat dengan tema konservasi hutan dan kehidupan masyarakat lokal. Pertunjukan yang penuh makna ini berhasil menyentuh hati penonton, bahkan beberapa di antaranya terlihat tertawa dan terharu secara bersamaan.
Kompetisi karaoke mahasiswa juga mencuri perhatian. Belasan mahasiswa berani naik ke panggung untuk menampilkan kemampuan vokal mereka. Juri yang terdiri dari dosen dan mahasiswa berpengalaman memberikan penilaian yang objektif. Pemenang kompetisi karaoke tahun ini adalah Nur Azizah, mahasiswa angkatan 2025, dengan penampilan yang mantap menyanyikan lagu “Laskar Pelangi.”
Dampak Positif terhadap Pengembangan Karakter Mahasiswa
Para pejabat kampus dan dosen menilai bahwa festival olahraga dan seni budaya memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan karakter dan kepribadian mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan motorik dan artistik, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai penting seperti disiplin, kerja sama tim, sportivitas, dan menghormati keberagaman.
“Festival semacam ini sangat penting untuk holistik development mahasiswa kami,” jelas Prof. Dr. Andi Suryanto, M.Eng., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, yang turut hadir mengecek jalannya acara. “Dalam ajaran Muhammadiyah, kami percaya bahwa pendidikan harus mengembangkan seluruh aspek manusia – fisik, mental, dan spiritual. Kegiatan olahraga dan seni budaya adalah bagian penting dari ekosistem pendidikan holistik yang kami bangun.”
Rektor Suryanto juga menekankan pentingnya keberlanjutan program ini. “Saya berharap festival ini menjadi tradisi tahunan yang terus berkembang. Mahasiswa kami harus memiliki kesempatan untuk showcase talent mereka, membangun persahabatan yang lebih kuat, dan menciptakan memori indah selama menjalani pendidikan di universitas,” tambahnya.
Dari sudut pandang pembina mahasiswa, Ibu Dra. Nur Widiyastuti, M.Si., Kepala Bagian Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan, mengatakan bahwa kegiatan ini juga membantu dalam proses identifikasi bakat mahasiswa. “Banyak mahasiswa yang selama ini tersembunyi bakatnya baru menunjukkan kemampuan mereka melalui festival ini. Kami berencana untuk membina mahasiswa-mahasiswa berbakat ini lebih lanjut, mungkin dengan memasukkan mereka ke dalam organisasi seni dan olahraga kampus yang lebih terstruktur,” ujarnya dengan antusias.
Partisipasi Aktif dan Solidaritas Mahasiswa
Salah satu hal yang paling menonjol dari festival ini adalah tingginya partisipasi dan solidaritas mahasiswa. Meskipun festival ini diselenggarakan pada akhir pekan, hampir seluruh mahasiswa dari berbagai program studi turut hadir baik sebagai peserta maupun penonton.
Pandito Wijaya, Ketua Himpunan Mahasiswa Kehutanan, menceritakan pengalaman persiapan festival. “Persiapan memakan waktu tiga bulan penuh. Kami membentuk panitia dengan struktur yang jelas, meliputi divisi acara olahraga, seni budaya, logistik, publikasi, dan keamanan. Setiap divisi terdiri dari puluhan panitia yang bekerja dengan sungguh-sungguh dan tanpa pamrih. Ini menunjukkan dedikasi mahasiswa kami terhadap kebersamaan dan kesuksesan bersama,” jelasnya.
Pandito juga mengapresiasi dukungan dari pihak universitas. “Pimpinan universitas dan dekan memberikan dukungan penuh, baik dalam hal anggaran, fasilitas, maupun motivasi. Ini membuat kami sebagai mahasiswa merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berinovasi dalam setiap kegiatan yang kami selenggarakan,” ungkapnya.
Antusiasme Penonton dan Dampak Psikologis
Kehadiran ribuan penonton, baik dari kalangan mahasiswa, dosen, karyawan, maupun keluarga besar universitas, menciptakan suasana yang meriah dan penuh keceriaan. Lapangan utama festival menjadi tempat berkumpulnya komunitas akademik yang solid.
Wahyuni Hasanuddin, orang tua salah seorang mahasiswa yang turut hadir menyaksikan festival, mengungkapkan kebanggaannya. “Saya sangat terkesan dengan bagaimana anakku dan teman-temannya dapat menampilkan bakat mereka di depan ribuan orang. Ini membuat saya yakin bahwa universitas pilihan kami tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga mengembangkan kepribadian dan kepercayaan diri mahasiswa. Saya salut dengan inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari,” katanya sambil tersenyum bangga.
Evaluasi dan Rencana Masa Depan
Menjelang penutupan festival, panitia melakukan evaluasi cepat untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan. Secara umum, festival ini dianggap sangat berhasil dan melampaui ekspektasi awal.
“Dari segi partisipasi, kami mendapatkan lebih dari 800 peserta, jauh melampaui target awal sebanyak 600 peserta. Dari segi penonton, lapangan selalu penuh sepanjang dua hari acara berlangsung. Ini menunjukkan minat mahasiswa yang sangat tinggi terhadap kegiatan ini,” ungkap Siti Rahayu, Koordinator Komisi Acara Festival, saat melakukan evaluasi.
Pihak kampus sudah merancang peningkatan untuk penyelenggaraan festival tahun depan. “Tahun depan, kami ingin menambah cabang olahraga dan seni budaya, mengundang peserta dari universitas lain untuk menciptakan kompetisi yang lebih ketat, serta meningkatkan kualitas penampilan seni dengan menghadirkan narasumber eksternal. Kami juga berencana untuk mendokumentasikan semua kegiatan dan menerbitkannya dalam bentuk video dan artikel untuk dijadikan legacy,” papar Dekan Widodo dalam rapat evaluasi.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Kendari 2026 telah berhasil menciptakan suasana akademik yang dinamis dan sehat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bukan hanya sekadar event hiburan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan karakter, kesehatan fisik, dan ekspresi diri mahasiswa.
Dengan semangat “Generasi Muda Hijau: Sehat, Berbudaya, dan Berkarakter,” mahasiswa Fakultas Kehutanan Unismuh Kendari telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat jasmani dan rohani, serta peduli terhadap nilai-nilai budaya dan lingkungan. Momentum ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, menyenangkan, dan bermakna bagi seluruh komunitas akademik.
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Kehutanan, telah membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berkualitas tinggi dan berkarakter mulia. Festival ini adalah bukti nyata bahwa pendidikan modern harus mengintegrasikan aspek akademik, emosional, sosial, dan kultural dalam satu ekosistem yang harmonis.