Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (UNMUH Kendari), khususnya Fakultas Kehutanan, telah mengumumkan peluncuran proyek pembangunan fasilitas dan infrastruktur kampus yang komprehensif. Inisiatif ini dirancang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, penelitian, dan pengalaman akademik mahasiswa dalam menghadapi tantangan industri kehutanan modern. Proyek senilai miliaran rupiah ini akan dilaksanakan secara bertahap selama 24 bulan ke depan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek pembangunan ini mencakup konstruksi laboratorium kehutanan berstandar internasional, pembangunan gedung kuliah berlantai tiga dengan fasilitas multimedia terkini, perpustakaan digital terintegrasi, dan fasilitas penelitian lapangan di area konservasi kampus. Langkah strategis ini merupakan komitmen nyata universitas dalam memperkuat posisi Fakultas Kehutanan sebagai salah satu institusi pendidikan kehutanan terkemuka di kawasan Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang dan Visi Pembangunan
Fakultas Kehutanan UNMUH Kendari telah menjalankan operasionalnya sejak 2015 dengan fokus pada pendidikan tinggi di bidang pengelolaan sumber daya hutan, konservasi lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Seiring dengan meningkatnya permintaan akan lulusan yang berkualitas dan kompeten, serta berkembangnya kurikulum akademik, pihak universitas menyadari perlunya peningkatan infrastruktur secara signifikan.
“Kami telah mengidentifikasi bahwa fasilitas yang ada saat ini telah mencapai kapasitas maksimalnya. Dengan proyeksi pertumbuhan mahasiswa yang terus meningkat setiap tahun, kami perlu mengambil langkah proaktif untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar yang optimal,” ujar Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., Dekan Fakultas Kehutanan UNMUH Kendari, dalam wawancara eksklusif pada 8 April 2026.
Lanjut Dekan Suryanto, visi pembangunan ini tidak hanya sekadar menambah jumlah ruang kuliah, tetapi lebih pada penghadiran ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan kompetensi lulusan. “Kami ingin menciptakan fasilitas yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sambil melakukan riset lapangan secara langsung, terutama mengingat konteks geografis Kendari yang kaya akan sumber daya hutan,” tambahnya.
Komponen Utama Proyek Pembangunan
Proyek infrastruktur kampus UNMUH Kendari dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan akademik yang holistik. Berikut adalah komponen-komponen utama yang akan dibangun:
Pertama, Laboratorium Kehutanan Terpadu. Gedung laboratorium baru akan dilengkapi dengan peralatan modern untuk praktikum dasar hingga lanjut, meliputi laboratorium ekologi hutan, laboratorium manajemen hutan, laboratorium konservasi keanekaragaman hayati, dan laboratorium teknologi hasil hutan. Fasilitas ini akan menjadi pusat pembelajaran praktikal bagi lebih dari 800 mahasiswa yang tersebar di berbagai angkatan.
“Investasi dalam laboratorium ini sangat krusial karena mahasiswa kehutanan membutuhkan pengalaman langsung dengan peralatan-peralatan profesional yang nantinya akan mereka gunakan dalam karir mereka,” jelaskan Dr. Ir. Suryanto.
Kedua, Gedung Kuliah Multifungsi. Struktur bangunan berlantai tiga ini akan menyediakan ruang kuliah teori dengan kapasitas bervariasi, mulai dari 40 hingga 300 orang, ditambah dengan ruang seminar, ruang diskusi kelompok, dan studio presentasi yang dilengkapi teknologi audiovisual terkini. Bangunan ini juga akan menyediakan ruang untuk kegiatan ekstrakurikuler dan komunitas mahasiswa.
Ketiga, Perpustakaan Digital Terintegrasi. Pusat pembelajaran ini akan mengintegrasikan koleksi fisik dengan basis data digital yang mencakup jurnal-jurnal internasional, e-book, dan penelitian terbaru dalam bidang kehutanan dan konservasi. Sistem manajemen perpustakaan akan menggunakan teknologi AI untuk memudahkan pencarian dan rekomendasi literatur kepada mahasiswa dan dosen.
Keempat, Area Penelitian dan Konservasi Lapangan. Universitas akan mengembangkan arboretum kampus seluas 2 hektar dengan berbagai jenis pohon endemik Sulawesi Tenggara, sekaligus membangun stasiun penelitian lapangan yang lengkap dengan fasilitas data collection center, greenhouse, dan nursery untuk kegiatan riset dan edukasi konservasi.
Kelima, Pusat Inovasi dan Entrepreneurship. Fasilitas ini akan mendukung mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan ide-ide inovatif terkait pemanfaatan sumber daya hutan secara berkelanjutan, seperti ekoturisme, pertanian organik, dan pengolahan hasil hutan non-kayu.
Dampak Akademik dan Ekonomi
Ir. Amin Hidayat, M.T., Rektor UNMUH Kendari, menekankan bahwa proyek ini bukan hanya investasi dalam infrastruktur fisik, tetapi juga investasi dalam kualitas sumber daya manusia.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, kami optimis dapat meningkatkan akreditasi program studi, memperbanyak publikasi penelitian dosen dan mahasiswa, serta menciptakan lulusan yang lebih siap bersaing di tingkat nasional dan internasional,” kata Rektor Hidayat dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama proyek konstruksi pada 7 April 2026.
Dampak ekonomi lokal juga menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan proyek ini. Diperkirakan bahwa selama fase konstruksi 24 bulan, proyek ini akan menyerap lebih dari 300 tenaga kerja, mulai dari arsitek, tukang bangunan, hingga pekerja harian lepas. Selain itu, pengadaan material konstruksi dan peralatan laboratorium juga akan memberikan peluang bagi pengusaha lokal untuk berkontribusi dalam proyek ini.
“Kami juga berkomitmen untuk mengutamakan penggunaan material lokal dan merekrut tenaga kerja dari komunitas sekitar kampus, sehingga pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kendari,” ujar Dr. Suryanto.
Kemitraan dan Pendanaan
Pembiayaan proyek ini melibatkan kolaborasi antara universitas, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), serta dukungan dari sejumlah perusahaan dan organisasi lingkungan yang peduli dengan pengembangan pendidikan kehutanan.
“Kami telah menerima dukungan dari Kemendikbudristek melalui program Kampus Merdeka dan juga dari beberapa perusahaan perkebunan dan kehutanan yang tertarik untuk merekrut lulusan kami,” jelaskan Dr. Bambang Suryanto, menambahkan bahwa skema pendanaan juga melibatkan kontribusi dari alumni dan donatur individual yang percaya pada visi universitas.
Dalam hal kemitraan akademik, Fakultas Kehutanan UNMUH Kendari juga telah menjalin kesepakatan dengan beberapa universitas terkemuka di bidang kehutanan, baik di Indonesia maupun di Asia Tenggara, untuk terlibat dalam perencanaan dan implementasi fasilitas penelitian agar sesuai dengan standar internasional.
Keberlanjutan dan Standar Lingkungan
Sesuai dengan nilai-nilai kehutanan dan keberlanjutan, proyek pembangunan ini dirancang dengan prinsip-prinsip ramah lingkungan. Semua bangunan akan menggunakan teknologi hemat energi, sistem pengolahan air limbah yang baik, serta material konstruksi yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjadi contoh nyata bahwa pembangunan infrastruktur kampus dapat dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini juga menjadi pesan pembelajaran bagi mahasiswa kami tentang pembangunan yang berkelanjutan,” kata Dr. Suryanto dengan penuh antusiasme.
Harapan dan Penutup
Dengan peluncuran proyek pembangunan infrastruktur ini, Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan komitmen seriusnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di Fakultas Kehutanan. Proyek yang dijadwalkan selesai pada 9 April 2028 ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang kehutanan dan konservasi lingkungan.
Rektor Ir. Amin Hidayat mengakhiri sambutannya dengan optimisme, “Kami percaya bahwa investasi hari ini akan buahnya dalam dekade mendatang, ketika para mahasiswa yang belajar di fasilitas-fasilitas baru ini menjadi pemimpin dalam industri kehutanan dan konservasi lingkungan di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.”
Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada nilai-nilai keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat, langkah strategis UNMUH Kendari ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan infrastruktur kampus yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga ramah lingkungan dan berdampak positif bagi komunitas lokal.