Kendari — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program strategis bertajuk “Green Campus Initiative” pada Jumat, 19 April 2026. Program inovatif ini dirancang sebagai komitmen konkret mahasiswa dalam mewujudkan kampus yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan selaras dengan visi institusi pendidikan yang peduli terhadap pelestarian alam.
Peluncuran program yang meriah dihadiri oleh Dekan Fakultas Kehutanan, pimpinan rektorat, dosen pembimbing, serta ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan. Acara yang berlangsung di Lapangan Utama Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan untuk menunjukkan peran aktif mereka dalam penyelamatan lingkungan di tingkat kampus maupun komunitas lokal.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Program “Green Campus Initiative” lahir dari keprihatinan mendalam organisasi mahasiswa terhadap kondisi lingkungan kampus yang dinilai masih memerlukan peningkatan signifikan. Sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan, para peserta didik menyadari bahwa mereka memiliki tanggung jawab moral dan akademis untuk menjadi pelopor gerakan lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.
“Kami memulai dari sini, dari kampus sendiri. Sebagai mahasiswa Kehutanan, kita tidak hanya belajar teori tentang ekosistem dan konservasi, tetapi harus mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ridho Pratama, Ketua BEM Fakultas Kehutanan Unismuh Kendari, dalam pidato pembukaan acara.
Menurut Ridho, program ini telah melalui persiapan intensif selama tiga bulan melibatkan berbagai pihak internal kampus. BEM bekerja sama dengan organisasi mahasiswa lainnya, dosen pembimbing, dan pihak pengelola kampus untuk merancang program yang komprehensif dan berkelanjutan.
Pilar Utama Program
Program “Green Campus Initiative” memiliki lima pilar utama yang menjadi fokus implementasi hingga akhir tahun akademik 2025-2026. Pilar pertama adalah Penghijauan dan Penanaman Pohon, yang menargetkan penanaman 500 pohon di area-area strategis kampus Universitas Muhammadiyah Kendari dalam enam bulan ke depan.
Pilar kedua berfokus pada Pengelolaan Sampah Terpadu melalui program daur ulang dan pengurangan sampah plastik. Program ini akan melatih mahasiswa dan civitas akademika untuk memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan limbah plastik untuk kerajinan yang bernilai ekonomis.
Ketiga adalah Konservasi Air dan Energi, dengan target efisiensi penggunaan air dan listrik di seluruh fasilitas kampus mencapai minimal 20 persen dalam enam bulan pertama. Program ini melibatkan pemeriksaan reguler terhadap fasilitas air dan listrik, serta sosialisasi perilaku hemat energi kepada seluruh civitas akademika.
Pilar keempat adalah Edukasi dan Advokasi Lingkungan melalui serangkaian workshop, seminar, dan kampanye kesadaran lingkungan yang melibatkan siswa sekolah menengah dan komunitas sekitar kampus. BEM Fakultas Kehutanan merencanakan minimal 12 kegiatan edukasi lingkungan sepanjang tahun dengan mengundang pembicara ahli dari instansi lingkungan dan organisasi non-pemerintah.
Kelima dan terakhir adalah Penelitian Mahasiswa untuk Solusi Lingkungan, yang mendorong mahasiswa untuk melakukan penelitian terapan tentang permasalahan lingkungan lokal Kendari dan sekitarnya. Program ini akan mengalokasikan dana khusus sebesar 50 juta rupiah untuk mendukung penelitian mahasiswa yang relevan dengan keberlanjutan lingkungan.
Dukungan Pimpinan Kampus
Dr. Syaiful Anwar, Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Kendari, mengapresiasi tinggi inisiatif dari mahasiswa melalui BEM. Dalam kesempatan acara peluncuran, beliau menyampaikan komitmen penuh dari pihak fakultas dalam mendukung setiap pelaksanaan program.
“Program ini sangat sejalan dengan misi Universitas Muhammadiyah Kendari dan Fakultas Kehutanan khususnya. Kami percaya bahwa pendidikan kehutanan tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, melainkan juga membentuk karakter mahasiswa yang memiliki kepedulian nyata terhadap lingkungan,” ungkap Dr. Syaiful Anwar.
Beliau juga menegaskan bahwa pihak fakultas siap menyediakan sarana dan prasarana pendukung, termasuk alokasi anggaran dari dana operasional fakultas untuk mendukung kelancaran program. “Kami akan memberikan ruang dan dukungan penuh kepada BEM. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membangun karakter pemimpin lingkungan dari Kendari,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. Andi Purnama, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, juga hadir dalam acara tersebut dan memberikan arahan strategis. Menurut Prof. Andi, program semacam ini mencerminkan semangat Muhammadiyah dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian sosial dan lingkungan.
“Universitas Muhammadiyah memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Program Green Campus Initiative menunjukkan bahwa mahasiswa kita memahami bahwa pendidikan bukan hanya untuk meraih nilai akademis, melainkan untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat dan lingkungan,” jelas Prof. Andi Purnama dalam sambutannya.
Strategi Implementasi dan Jadwal Kegiatan
Menurut dokumen rencana implementasi yang dirilis oleh BEM Fakultas Kehutanan, program akan dilaksanakan secara bertahap dengan timeline yang jelas. Pada bulan April hingga Mei 2026, akan dilakukan fase sosialisasi mendalam kepada seluruh mahasiswa, dosen, dan staff kampus melalui berbagai medium komunikasi.
Fase kedua pada bulan Juni hingga Juli 2026 akan fokus pada penanaman pohon masif melibatkan seluruh mahasiswa Fakultas Kehutanan. Target utama adalah menanam 500 pohon di sepanjang jalur hijau kampus, area parkir, dan sekitar fasilitas akademis.
“Kami telah mengidentifikasi 15 lokasi strategis di kampus yang cocok untuk penghijauan. Setiap lokasi akan mendapat perhatian khusus dengan pemeliharaan regular dan monitoring pertumbuhan pohon,” jelaskan Siti Nurhaliza, Wakil Ketua BEM Bidang Lingkungan, saat sesi detail teknis program.
Fase ketiga yang dimulai Agustus 2026 akan mengkonsolidasikan sistem pengelolaan sampah terpadu. BEM telah merancang 20 unit tempat sampah selektif dengan label dan instruksi yang jelas, yang akan ditempatkan di berbagai titik strategis kampus.
Partisipasi Mahasiswa dan Organisasi Pendukung
Respons mahasiswa terhadap program ini sangat positif. Perwakilan dari berbagai organisasi mahasiswa seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Konservasi, HMJ Manajemen Hutan, dan HMJ Teknologi Hasil Hutan semuanya menyatakan komitmen untuk turut terlibat aktif.
Slamet Rianto, Ketua HMJ Konservasi Sumberdaya Hutan, mengatakan bahwa program ini memberikan wadah konkret bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari. “Selama ini kami belajar tentang konservasi, ekosistem, dan pengelolaan sumber daya alam. Program ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa ilmu yang kami terima punya dampak nyata,” ujarnya.
Lebih dari 300 mahasiswa telah mendaftar sebagai relawan dalam program ini. Mereka akan dibagi dalam beberapa kelompok kerja sesuai dengan minat dan kompetensi mereka. BEM juga berencana memberikan sertifikat khusus bagi mahasiswa yang aktif terlibat sebagai bentuk apresiasi dan pengakuan atas kontribusi mereka.
Kerjasama dengan Pemangku Kepentingan Eksternal
Program “Green Campus Initiative” juga melibatkan pihak-pihak eksternal strategis. BEM Fakultas Kehutanan telah menjalin kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari untuk mendapatkan akses kepada bibit pohon unggul yang sesuai dengan kondisi iklim lokal.
Selain itu, kerjasama juga dilakukan dengan organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang konservasi dan lingkungan. “Kami ingin program ini tidak hanya bermanfaat bagi kampus, tetapi juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat luas tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan,” tambah Ridho Pratama.
Dampak dan Harapan ke Depan
Dampak yang diharapkan dari program ini sangat komprehensif. Dalam jangka pendek (6 bulan), diharapkan kesadaran lingkungan di kampus meningkat signifikan dengan terwujudnya penghijauan substantial dan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur.
Dalam jangka menengah (1 tahun), program diharapkan menjadi model pembelajaran bagi institusi pendidikan lain di Kendari dan sekitarnya. Universitas Muhammadiyah Kendari akan menjadi contoh kampus berkelanjutan yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan dalam keseluruhan operasionalnya.
Dalam jangka panjang, program diharapkan membentuk generasi profesional di bidang kehutanan yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan. Para mahasiswa ini diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keberlanjutan ke lingkungan kerja dan komunitas mereka masing-masing.
Dr. Syaiful Anwar mengungkapkan aspirasi jangka panjang dari program ini. “Kami ingin mahasiswa Fakultas Kehutanan Unismuh Kendari menjadi pemimpin yang diakui secara nasional dalam hal upaya konservasi dan keberlanjutan lingkungan. Program Green Campus Initiative adalah langkah awal dari misi besar tersebut,” katanya.
Tantangan dan Strategi Mitigation
Dalam mengimplementasikan program sebesar ini, tentunya ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. BEM telah mengidentifikasi beberapa potential challenges termasuk keterbatasan anggaran, keterlibatan yang konsisten dari mahasiswa, dan sustainability program dalam jangka panjang.
“Kami memiliki strategi mitigasi untuk setiap tantangan yang kami identifikasi. Untuk isu anggaran, kami akan mengajukan proposal kepada rektorat dan juga mencari sponsor dari sektor swasta yang peduli lingkungan. Untuk konsistensi partisipasi, kami akan membuat sistem incentive dan recognition yang menarik,” dijelaskan Siti Nurhaliza.
Penutup
Peluncuran program “Green Campus Initiative” oleh BEM Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 menandai era baru dalam komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan. Program ini bukan hanya sekadar inisiatif mahasiswa biasa, melainkan manifestasi nyata dari misi pendidikan kehutanan untuk menghasilkan profesional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, partisipasi aktif mahasiswa, dan kerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi catalyst perubahan positif tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga dalam upaya pelestarian lingkungan di tingkat kota Kendari secara lebih luas.
Ridho Pratama menutup acara dengan seruan yang penuh semangat: “Mari kita bersama-sama membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya pengguna fasilitas kampus, melainkan agent of change yang mampu menciptakan masa depan yang lebih baik. Green Campus Initiative adalah bukti nyata dari komitmen kami. Kendari hijau dimulai dari sini, dari kampus kita!”
Semoga langkah berani ini menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi generasi mendatang.
—
Penulis: Tim Jurnalistik Kampus
Kendari, 19 April 2026