Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan dengan menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, mahasiswa dari Fakultas Kehutanan berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Konservasi Lingkungan Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Asosiasi Mahasiswa Kehutanan Indonesia (AMKI) pada Minggu, 17 April 2026.
Pencapaian luar biasa ini diraih oleh tim bernama “Kendari Green Initiative” yang terdiri dari lima mahasiswa aktif dari berbagai angkatan Fakultas Kehutanan Unismuh Kendari. Mereka berhasil mengalahkan ratusan peserta dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia dalam kategori Inovasi Teknologi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.
Latar Belakang Kompetisi dan Peserta
Kompetisi Konservasi Lingkungan Tingkat Nasional merupakan ajang prestis yang diikuti oleh mahasiswa program studi kehutanan, lingkungan, dan bidang terkait dari seluruh perguruan tinggi Indonesia. Ajang bergengsi ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda profesional bidang lingkungan agar dapat menunjukkan inovasi, kreativitas, dan kapabilitas mereka dalam mengatasi tantangan konservasi lingkungan yang semakin kompleks.
Peserta “Kendari Green Initiative” adalah Rasyid Imam Santoso (angkatan 2022, Jurusan Silvikultur), Natalina Putri Wijaya (angkatan 2022, Jurusan Manajemen Hutan), Muh. Alfin Pratama (angkatan 2023, Jurusan Teknologi Hasil Hutan), Siti Nurhaliza (angkatan 2023, Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan), dan Budiarto Setiawan (angkatan 2022, Jurusan Silvikultur). Tim ini telah mempersiapkan diri selama lebih dari enam bulan untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional.
Tema kompetisi tahun ini berfokus pada “Inovasi Teknologi dan Strategi Terpadu untuk Pengelolaan Hutan Berkelanjutan di Era Perubahan Iklim Global.” Peserta diminta untuk mengembangkan solusi inovatif yang dapat diterapkan secara praktis dan berkelanjutan dalam mengatasi deforestasi, degradasi lahan, dan perubahan iklim di wilayah-wilayah dengan potensi hutan tropis yang tinggi.
Karya Inovatif yang Memenangkan
Tim “Kendari Green Initiative” berhasil memenangkan kompetisi dengan menghadirkan sebuah sistem terintegrasi yang mereka sebut “Smart Forest Monitoring and Management System (SFMMS).” Sistem ini merupakan kombinasi antara Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), dan analisis big data untuk memantau kesehatan hutan secara real-time dan mengoptimalkan pengelolaan hutan berkelanjutan.
Konsep utama dari SFMMS adalah penempatan sensor-sensor pintar di berbagai titik strategis dalam kawasan hutan yang kemudian terintegrasi dengan sistem cloud computing untuk analisis data. Sensor-sensor ini dirancang untuk memantau berbagai parameter penting seperti kelembaban tanah, suhu udara, tingkat polusi udara, kehadiran flora-fauna, serta deteksi dini potensi kebakaran hutan.
“Kami mengembangkan algoritma machine learning yang dapat memprediksi risiko kebakaran hutan dengan akurasi 94 persen, jauh lebih tinggi dari sistem konvensional yang hanya mencapai 76 persen,” ungkap Rasyid Imam Santoso, ketua tim, dalam keterangan resminya kepada media kampus, Selasa (18 April 2026).
Data yang dikumpulkan dari ribuan sensor dapat diakses oleh para pengelola hutan melalui dashboard interaktif yang user-friendly. Dashboard ini menyajikan visualisasi data real-time yang memudahkan pengambilan keputusan pengelolaan hutan secara cepat dan tepat. Sistem ini juga dilengkapi dengan alert otomatis yang memberitahu pengelola hutan ketika terdeteksi anomali atau potensi bahaya.
Keunggulan kompetitif lainnya dari karya tim ini adalah desain hardware yang murah dan tahan lama, serta kompatibilitas dengan infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada di daerah-daerah terpencil. Tim mempertimbangkan bahwa tidak semua kawasan hutan memiliki akses teknologi premium, sehingga mereka merancang sistem yang cost-effective tanpa mengorbankan kualitas dan efektivitas.
Perjalanan Menuju Juara
Perjalanan tim menuju penghargaan nasional dimulai dari kompetisi lokal tingkat Sulawesi Tenggara pada Januari 2026. Pada kesempatan itu, “Kendari Green Initiative” berhasil memenangkan juara I tingkat provinsi, yang kemudian membuka jalan mereka ke tingkat nasional.
Sejak memasuki fase nasional, tim bekerja siang malam untuk menyempurnakan desain, mengumpulkan data empiris, dan mempersiapkan presentasi yang compelling. Mereka melakukan riset lapangan langsung di beberapa kawasan hutan di Sulawesi Tenggara untuk memvalidasi konsep SFMMS dan mengumpulkan data pendukung.
“Proses persiapan kami melibatkan koordinasi intensif dengan para dosen pembimbing serta tim teknis dari Fakultas Teknik Unismuh Kendari untuk memastikan aspek teknologi berjalan dengan sempurna,” tutur Natalina Putri Wijaya, anggota tim yang bertanggung jawab pada aspek manajemen dan analisis data.
Dalam kontes tingkat nasional yang digelar di Jakarta pada 16-17 April 2026, tim ini bersaing ketat dengan 47 tim peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Panel juri terdiri dari para ahli kehutanan, lingkungan, teknologi, dan pejabat tinggi dari KLHK yang memiliki kredibilitas tinggi di bidangnya masing-masing.
Dalam sesi presentasi di hadapan juri dan delegasi dari berbagai kampus, tim “Kendari Green Initiative” berhasil mendemonstrasikan prototipe SFMMS mereka secara langsung. Demonstrasi teknologi dan penjelasan menyeluruh tentang implementasi sistem di lapangan membuat para juri sangat terkesan dan memberikan skor tertinggi untuk kategori inovasi, aplikabilitas, dan presentasi.
Dukungan dari Pimpinan Kampus
Pencapaian gemilang mahasiswa Fakultas Kehutanan Unismuh Kendari mendapat sambutan hangat dari pimpinan universitas. Dr. H. Muhammad Quraish, S.E., M.M., selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi atas prestasi ini.
“Prestasi mahasiswa kami di tingkat nasional ini membuktikan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan universitas-universitas terkemuka lainnya. Kami sangat bangga bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul dalam teori akademik, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu mereka menjadi solusi nyata untuk permasalahan lingkungan yang dihadapi bangsa kita,” ujar Rektor Quraish dalam pernyataannya kepada Humas Unismuh Kendari pada Rabu (18 April 2026).
Rektor juga menekankan bahwa komitmen universitas adalah terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi. “Kami akan terus menginvestasikan sumber daya untuk mendukung kegiatan penelitian, inovasi, dan pengembangan diri mahasiswa kami,” tambah Rektor Quraish.
Sementara itu, Dr. Ir. Supardi, M.Si., Dekan Fakultas Kehutanan Unismuh Kendari, juga memberikan apresiasi khusus kepada tim mahasiswa dan dosen pembimbing yang telah bekerja keras untuk meraih prestasi ini.
“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan kolaborasi yang solid antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Dalam hal ini, saya ingin memuji komitmen Prof. Dr. Bambang Setiawan, S.Hut., M.Sc., dan Dr. Suryanto Wijaya, S.T., M.T., yang telah membimbing tim dengan sangat baik. Mereka tidak hanya memberikan arahan akademik, tetapi juga mentransfer nilai-nilai kewirausahaan dan inovasi kepada mahasiswa,” jelas Dekan Supardi.
Dekan Supardi menambahkan bahwa Fakultas Kehutanan akan mengakomodasi rencana tim untuk mengembangkan SFMMS lebih lanjut dengan tujuan eventual commercialization. “Kami akan membentuk pusat inkubasi bisnis di lingkungan Fakultas Kehutanan untuk mendampingi tim dalam mengembangkan produk ini menjadi startup yang viable,” tandas Dekan Supardi.
Dampak dan Rencana Pengembangan
Prestasi ini diharapkan membawa dampak positif tidak hanya bagi Universitas Muhammadiyah Kendari, tetapi juga bagi pengembangan sektor kehutanan dan lingkungan di Indonesia secara luas. Dengan memenangkan kompetisi tingkat nasional, karya inovasi mahasiswa Unismuh Kendari akan mendapat exposure yang lebih luas dan peluang untuk diimplementasikan di berbagai kawasan hutan di Indonesia.
Tim “Kendari Green Initiative” telah menunjukkan minat yang kuat untuk mengembangkan teknologi mereka lebih lanjut dan berkomitmen untuk membuat SFMMS dapat diakses oleh pengelola hutan di seluruh Indonesia, khususnya di kawasan-kawasan dengan keterbatasan akses teknologi modern.
Rencana jangka pendek tim adalah melakukan uji coba implementasi SFMMS di salah satu kawasan hutan di Sulawesi Tenggara dalam kerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara. “Kami ingin membuktikan bahwa sistem kami tidak hanya bekerja di laboratorium, tetapi juga dapat memberikan dampak nyata di lapangan,” kata Muh. Alfin Pratama, anggota tim yang fokus pada aspek teknologi hasil hutan.
Sementara itu, jangka panjang, tim berencana untuk mengembangkan SFMMS menjadi sebuah produk komersial yang dapat dipasarkan kepada berbagai instansi pengelola hutan, baik pemerintah maupun swasta. “Kami ingin menciptakan nilai tambah dan dampak ekonomi dari inovasi kami, sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan Indonesia,” tambah Siti Nurhaliza.
Pencapaian ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lain di Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus berinovasi dan mengembangkan solusi kreatif terhadap berbagai permasalahan sosial dan lingkungan. Para pimpinan kampus sudah berkomitmen untuk meningkatkan ekosistem inovasi dan entrepreneurship di kampus.
Penutup
Prestasi gemilang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam memenangkan Kompetisi Konservasi Lingkungan Tingkat Nasional 2026 adalah bukti nyata dari kualitas pendidikan dan komitmen kampus terhadap pengembangan talenta muda Indonesia. Tim “Kendari Green Initiative” telah menunjukkan bahwa mahasiswa dari universitas di daerah pun mampu berinovasi dan bersaing di tingkat nasional dengan kampus-kampus terkemuka lainnya.
Dengan semangat entrepreneurship dan dedikasi tinggi, tim ini membuka peluang baru untuk menghadirkan solusi teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia. Kedepannya, diharapkan karya inovasi mereka dapat menjadi katalis bagi transformasi digital di sektor kehutanan dan lingkungan.
Universitas Muhammadiyah Kendari terus berkomitmen untuk mendukung dan memfasilitasi mahasiswa dalam mengembangkan potensi mereka guna berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan Indonesia di masa depan. Prestasi hari ini adalah momentum awal untuk mencapai prestasi yang lebih gemilang lagi di masa mendatang.
—
[Artikel ditulis oleh: Humas Universitas Muhammadiyah Kendari | 18 April 2026]